Tersedia Modem Huawei E220


HSDPA/UMTS/EDGE/GPRS/GSM modem, HSDPA packet data service with a maximum transmission rate of 3.6Mbps, UMTS packet data service with a maximum transmission rate of 384kbps, EDGE packet data service with a maximum transmission rate of 236.8kbps, SMS service, Auto installation, convenient for use.

Interface to PC USB 2.0 High Speed Data Transfer

GPRS Support Yes with Quad Band EDGE/GPRS : 850, 900, 1800, 1900 MHz

2G EDGE Support Yes with Quad Band EDGE/GPRS : 850, 900, 1800, 1900 MHz

3G UMTS Support Yes with Tri Band UMTS/HSDPA : 850, 1900, 2100 MHz

3.5G HSDPA Support Yes with Tri Band UMTS/HSDPA : 850, 1900, 2100 MHz

3.75G HSUPA Support Yes with Single-Band WCDMA/HSDPA : 2100 MHz

– GPRS Downlink Speed Up to 156.3 Kbps

– EDGE Downlink Speed Up to 236.8 Kbps

– UMTS Downlink Speed Up to 384 Kbps

– HSDPA Downlink Speed Up to 3.6 Mpbs

– HSUPA/WCDMA Downlink Speed up to 7.2 Mbps

– SMS Support Available

– SIM Card Support Standard 6 PIN SIM card interface

– MicroSD Slot Not Available

– Zero CD Technology Available

– Antenna System Miniature Internal Antenna Connection

– GPS Module Support Not Available

– Color LED Indicator Yes

– O/S Compability Supported OS : Windows® Vista, XP, 2000, and Mac OS X

– Dimension (WHD) 89 mm (D) x 43 mm (W) x 14.5 mm (H)

– Weight < 50g

– Alnect Care Warranty 30 Hari

– Standard Warranty 30 Hari

– Harga Disini Rp.299.000

Manufacturer website//http://www.huawei.com

Advertisements

Jepang Bangun Jabodetabek


  Jakarta – JAKARTA dan sekitarnya yang meliputi kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) akan dikembangkan menjadi kawasan yang terintegrasi dengan nilai investasi sebesar 2 triliun yen. Proyek penting ini akan dikerjakan mulai 2011 hingga 2014.
Rencana itu tertuang dalam Metropolitan Priority Area (MPA), kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Jepang. Nota kerja sama ini ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Jumat (10/12) kemarin.
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, Jabodetabek akan dijadikan model untuk MPA tahap pertama tahun 2010-2014. Alasannya, Jabodetabek merupakan bagian dari koridor ekonomi Indonesia dan daerah industri terbesar di Asia dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. “Sehingga perlu perhatian dalam pembangunan infrastruktur,” katanya.
Pengembangan MPA di Jabodetabek, lanjut Hatta, akan menyerap anggaran sekitar 2 triliun yen. Cakupan pembangunannya meliputi proyek infrastruktur pembangunan jalan akses, perkeretaapian, Mass Rapid Transport (MRT), pembangkit listrik, penyediaan air bersih, pelabuhan udara dan laut serta jalan konektivitas. “Hasilnya akan terbentuk kawasan yang terintegrasi,” kata Hatta.
Diharapkan pada tahap II 2014-2020, model kawasan terintegasi Jabodetabek akan dikembangkan di kawasan metropolitan lain, seperti Medan dan Surabaya. Realisasi MPA pada 2011 akan dimulai dari penyusunan masterplan, kemudian studi kelayakan 2012, dan pelaksanaan pembangunan pada 2013.
Sumber pendanaan diperoleh dari beberapa jalur, seperti investasi luar negeri, swasta, dan pinjaman sangat lunak. Pada tahap II tahun 2014-2020, model yang dikembangkan di Jabodetabek akan menjadi contoh untuk ikembangkan di Sumatera dan Jawa. “Tahap kedua, 2014 2020 untuk MPA di Sumatera-Jawa dialokasikan anggaran sebesar kira-kira US$ 5,29 miliar,” kata Hatta.
Sementara itu, Seiji Maehara berharap, kerja sama ini akan terus berlanjut, terutama dalam bidang pembangunan pelabuhan laut dan udara, prasarana air, dan perkeretaapian. “Dengan teknologi yang dimiliki Jepang dalam bidang infrastruktur, saya berharap MPA ini akan terus ditingkatkan, termasuk investasinya,” kata Seiji.
Selain itu, Seiji juga berharap agar Jepang-Indonesia bisa terus bekerja sama dalam lingkup regional dan global, termasuk kerja sama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Asia. “Saya berharap, Presiden SBY, selaku negara yang cukup berpengaruh di kawasan Asia Tenggara dapat bekerjasama dengan Jepang, baik dalam bidang ekonomi, jaga stabilitas dan perdamaian,” katanya.

Sumber : Jurnal Bogor

Kopi Rasa Narkoba Dibandrol Rp 1 Juta


  Jakarta – Para pengedar narkoba semakin inovatif dalam memasarkan barang dagangannya. Berbagai cara dilakukan utuk mengelabui petugas. Modus baru yang dikembangkan mereka ialah menjual narkoba dengan dicampur kopi instan. Namun cara ini juga dibongkar polisi. Selain kopi narkoba, polisi juga membongkar produsen narkoba jenis ekstasi.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Drs Yazid Fanani mendapat informasi beredarnya kopi bubuk yang telah dicampur narkoba di tempat hiburan. Berdasarkan informasi ini, pihak kepolisian melakukan pengintaian yang dipimpin Kasat Narkoba Kompol Yossi Runtukahu, SIK.
Setelah satu minggu diintai, ketiga karyawan yang baru satu bulan bekerja di tempat dugem itu pun dibekuk. Mereka mengedarkan kopi plus narkoba itu di ruangan karaoke yang dipenuhi pengunjung.
Menurut Kapolres, perang terhadap narkoba terus dilakukan. Terhitung 22 Oktober hingga 9 Desember, 128 kasus narkoba dengan 144 tersangka telah ditangani. Polisi juga menggerebek pabrik ekstasi di Jalan Mawar I Kembangan Utara. Tersangka MN, 24, ditangkap berikut alat pencetak yang bisa memproduksi 100 pil sehari dengan omset puluhan  juta rupiah.
Selain barang bukti ribuan pil ekstasi, polisi juga turut menyita barang bukti narkoba dari tangan tersangka lainnya yakni sebanyak 16 kilogram daun ganja kering, 100 gram shabu, 8 gram heroin.
Sedangkan tiga pelaku kopi narkoba yang diamankan yakni SP (45), RB (24), dan BM (30). Mereka ditangkap petugas di Diskotik Rajamas di Hayam Wuruk, Jakarta Barat 28 November lalu.  “Setiap bungkus kopi dicampur keytamin dan happy five, satu bungkus dijual Rp 1 juta,” ujar Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Yossy Runtukahu.
Dari tangan ketiga tersangka, polisi juga menyita 257 pil extacy seberat 77,67 gram, 20 butir happy five, 3,06 gram keytamin. Pengakuan ketiganya barang haram tersebut didapat dari seorang bandar yang saat ini masih buron. “Tersangka mengaku narkoba itu milik AB. Mereka hanya disuruh menjual,” ujar Yossy.
Pada 1 September 2010 lalu Satuan Narkoba Jakarta Barat juga berhasil mengungkap peredaran narkoba yang dicampur dengan white kopi. Satu bungkus kopi bisa diseduh jadi 8 cangkir.  Satu sachet kopi dijual Rp 1 juta. Dalam satu bulan pelaku bisa memproduksi 4.500 sachet kopi dengan omset rata-rata Rp 4,5 miliar.
Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 60 ayat 1 Undang-undang RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dan pasal 197 UURI nomor 35 tahun 1997 tentang kesehatan. ”Tersangka terancam hukuman seumur hidup,” katanya

Kereta Api Mulai Dipasangi WiFi


JAKARTA Mulai tahun ini PT Kereta Api Indonesia akan menambah layanan untuk pelanggan di dalam kereta api dengan memasang jaringan WiFi. Sebagai pilot project, WiFi akan dipasang di dua rangkaian kereta, yaitu di kereta Argo Parahyangan dan Argo Jati. Belum ada informasi apakah layanan WiFi ini akan gratis atau berbayar.

Yang pasti, untuk mendukung jaringannya, PT KA menggandeng PT XL Axiata sebagai provider. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jakarta, Rabu (8/11/2010), oleh Direktur Commerce XL Joy Wahjudi dan Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito.

“Bagi XL, kerja sama ini merupakan kesempatan sangat berharga dalam mendukung langkah PT KA sebagai perusahaan jasa transportasi utama milik negara yang melayani jutaan pelanggan setiap tahunnya,” kata Joy Wahjudi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Kerja sama ini juga meliputi sejumlah hal, yaitu antara lain penyediaan telepon umum gratis (TUG) di stasiun-stasiun kereta, pemesanan dan pembelian karcis kereta api melalui layanan XL Tunai, serta penempatan branding di dalam kereta. Sementara itu, kedua pihak juga terus menjajaki kemungkinan pengembangan konten Kereta Api Mobile Application (Kabila) untuk pelanggan XL agar lebih mudah memperoleh informasi pemesanan tiket dan jadwal kereta api.

“Ini adalah bentuk layanan tambahan kami kepada para pengguna jasa kereta api, diharapkan mereka semakin nyaman selama menunggu di stasiun dan di atas kereta api selama perjalanan sampai ke tujuan,” kata Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

XL bakal meningkatkan kualitas jaringannya, baik di dalam gerbong maupun stasiun kereta, antara lain penambahan multi-protocol label switching (MPLS) di unit-unit PT KAI, yang saat ini sudah meliputi 140 lokasi, dan sisanya lebih kurang 374 lokasi lagi. Dengan sarana dan jaringan komunikasi yang memadai ini, PT KAI akan dapat segera mengembangkan jaringan online antarstasiun dan kantor cabang, yang antara lain dapat dimanfaatkan bagi penyediaan layanan pemesanan dan pembayaran tiket secara elektronik.

Sumber : tekno.kompas.com

Hebat! Wanita Ini Berduel dengan Babi


Luar biasa berani! Itulah kata yang tepat untuk melukiskan nyali Kasmi, warga Desa Seleukat, Kecamatan Bakongan Timur (Bakotim), Kabupaten Aceh Selatan. Pasalnya, menggunakan parang, wanita berusia 39 tahun ini berani duel mati-matian dengan seekor babi liar setinggi 1 meter.

Meski dirinya harus diseruduk, mengalami luka gigitan di lengan, pantat dan sebagian tubuhnya, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka parah, tetapi perempuan itu juga melukai babi liar tersebut dengan parangnya.

Peristiwa ini berawal saat dirinya sedang mencari kayu bakar di kebun kelapanya, sekitar pukul 09.00 WIB. Entah bagaimana, ketika sibuk memasak nasi untuk makan siang di depan pondok itu, tiba-tiba muncul seekor babi hutan menuju ke arahnya.

Begitu melihat ada seekor babi yang sudah mendekat, korban lari mengambil parang kemudian menancapkannya ke badan babi hutan itu hingga berulang kali. Namun upaya membela diri yang dilakukan korban tidak membuahkan hasil, malahan babi setinggi 1 meter itu semakin ganas dan balik menyeruduk korban hingga tersungkur.

Bak seorang matador yang sedang bertarung dengan banteng, ibu dua orang putra bersuamikan Mukhtaruddin itu terus melakukan perlawanan, meskipun sudah mengalami luka gigitan di lengan kiri dan kanan. Wanita tersebut segera bangun dan berduel dengan babi hutan yang telah cedera atau teupeh itu.

Korban yang sudah kehabisan tenaga itu baru terlepas dari amukan binatang hama tanaman itu, yang menggigit pinggulnya. Melihat sang babi melengos pergi, korban yang sudah berdarah darah itu langsung melarikan diri pulang ke rumahnya dengan melintasi sungai.

Dalam kondisi bersimbah darah korban tiba di rumahnya lalu meraung-raung minta tolong. Ibu kandung korban, Cut, yang mendengar suara itu langsung menuju ke rumah menghampiri anaknya yang sudah terluka parah itu. Dia lalu memberitahukan kepada warga lainnya.

Tak lama kemudian warga setempat berbondong-bondong datang menyaksikan langsung musibah yang menimpa warga Dusun Peut, Desa Seulikat itu. Mereka selanjutnya membawa korban ke rumah sakit. Karena luka yang diderita korban cukup serius, pihak puskesmas setempat merujuk korban ke RSUYA Tapaktuan. Camat Bakotim Sarmiadi, mengakui sudah mendapat laporan tentang seorang warganya yang digigit babi.

Direktur RSUYA Tapaktuan, dr Akmal Jawardi yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihak rumah sakit telah menanggulangi gigitan babi hutan pada lengan dan pinggul korban. (az)
Sumber : Serambi Indonesia.COM

Negara Miskin Dapat Dana Lagi


 Meski tersandung pandangan Bolivia, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Cancun sampai pada kata sepakat adalah pembentukan dana bantuan untuk negara miskin kembangkan teknologi karbon emisi rendah.

Negara-negara peserta menyepakati rancangan yang disusun oleh tuan rumah Meksiko itu pada KTT yang membahas perubahan iklim tersebut.  Rancangan itu menyebutkan diperlukan pengurangan emisi karbon dalam jumlah besar, namun tidak menciptakan mekanisme untuk mengejar janji negara-negara yang terlibat.

Penentangan sejumlah negara terhadap Protokol Kyoto merupakan hambatan dalam perundingan di minggu terakhir. Namun, para diplomat pada akhirnya dapat mencapai kompromi.

Para delegasi menyambut setiap kali perwakilan negara menyatakan dukungan pada rancangan itu. Termasuk, negara yang paling sering menimbulkan ketegangan seperti Jepang, China dan bahkan Amerika Serikat.

Program untuk membantu pengurangan emisi ini antara lain telah dicapai dengan rencana bantuan Norwegia untuk Indonesia sebesar satu miliar dollar AS.

Penggundulan menyebabkan kerusakan 13 juta hektar hutan di dunia setiap tahun. Kerusakan hutan menyebabkan 20 persen emisi gas rumah kaca.

Indonesia, Brasil, dan Kongo, tempat hutan tropis terbesar dunia, akan mendapatkan bantuan untuk program PBB guna mengurangi emisi di negara berkembang, REDD, Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries (REDD).

Komprehensif

Kendati demikian, pertemuan itu tidak mencapai kesepakatan komprehensif dengan menampung apa yang diinginkan para pegiat dan negara-negara pada umumnya.

Presiden Meksiko, Felipe Calderon, mengatakan KTT itu memungkinkan para kepala negara “melihat suasana baru” untuk saling berbagi pengalaman guna menyelamatkan dunia dari ancaman kerusakan akibat ulah manusia.

Dana Lingkungan Hijau, Green Climate Fund, dimaksudkan untuk menggalang dan mendistribusikan 100 miliar dollar AS per tahun pada 2020 untuk melindungi negara miskin dari dampak perubahan iklim dan membantu pengembangan karbon emisi rendah.

Tetapi hasil KTT Cancun ini masih membuka pertanyaan apakah sejumlah langkah, termasuk pengurangan emisi, akan mengikat secara hukum atau tidak. “Apa yang dicapai adalah satu teks, tidak sempurna, namun merupakan landasan yang bagus untuk melangkah ke depan,” kata kepala juru runding Amerika, Todd Stern.

Sementara itu juru runding Cina, Xie Zhenhua, juga menyatakan hal senada dan menambahkan, “Perundingan di masa depan tetap akan sulit.”

Telematika untuk Mengatasi Macet


KEMACETAN lalu lintas di jalan raya, termasuk di jalan tol, tidak hanya dialami di kota-kota besar di Indonesia, terutama ketika musim libur. Masalah yang sama juga memusingkan pemerintah negara paling maju di dunia, Amerika Serikat. Pasalnya, selain membuat waktu perjalanan makin lama, polusi bertambah, pemborosan bahan bakar juga meningkat.

Di Indonesia, kondisi tersebut lebih parah! Karena bahan bakar bersubsidi digunakan kalangan pemilk mobil lama (lebih boros konsumsi bahan bakarnya) dan kendaraan umum berhenti di sembarang tempat dan menyebabkan kemacetan (makin boros lagi).

Inovatif

Untuk mengurai kemacetan yang membuat tingkat stress pengemudi makin tinggi, kita Pemerintah Amerika Serikat berencana meningkatkan penggunaan telematik. Karena itulah, lembaga semacam Dinas Perhubungan Dara di negara tersebut, yaitu U.S. Federal Highway Administration berharap telematik bisa mengurangi kemacetan. Lembaga terebut telah melakuka tes di lapaangan dan mendanai proyek untuk membantu memperoleh ide-ide baru.

Dijelaskan, untuk membatasi orang menggunakan mobil - mengurangi kemacetan - ternyata bukan solusi tepat. “Apakah pemerintah federal mau membayar orang untuk tidak mengunakan mobilnya?” tanya Allen Greenberg, Senior Policy Analyst di US Departement of Transportion’s Federal Higway Administration.

Lembaga yang dipimpinan telah mendanai sejumlah proyek inovatif. “Kami tertarik dengan inovasi, ingin sesuatu yang baru. Kami sedang mencoba insentif agar orang mau mengurangi penggunaan mobil dan menghemat bahan bakar. Tujuan akhirnya mengurangi kemacetan dan meningkatan keselamatan,” lanjutnya.

Dijelaskan, berdasarkan sebuah penelitian oleh provider data lalu lintas, Inrix, disimpulkan, pengurangan 3 persen jarak tempuh, akan menurunkan kemacetan 30 persen. “Jika anda ingin menurunkan kemacetan sampai 30 persen dengan membangun jalan baru, biayanya pasti lebih besar lagi,” tegas Greenberg.

Paydays

Salah satu konsep, yang diekplorasi disebut PAYDAYS (Pay As You Drive and you Save). Dapat diterapkan dengan sistem telematik. Karena tujuan dan gerakan kendaraan bisa dilacak dengan mudah.

 Mark Grant, Development Director at InsureTheBox, sebuah provider independen mengatakan, konsep bayar tersebutr dapat dijalan berdasarkan operasional kendaraan. Pbahkan perusahaan asuransi dan lembaga pemerintah ingin membantu konsep tersebut.

Dengan metode “pay-as-you-drive” akan mengurangi jarak tempuh kendaraan. “Jika orang pergi berlibur dan menggunakan mobil sejauh mungkin, mereka dikenakan biaya lebih besar,” kata Grant.

Dijelaskan pula, untuk memantau jarak perjalanan, harus dilakukan dengan mengubah cara pemeliharaan jalan tol dan mendanai infrastruktur lainya. Sedangkan elektrifikasi kendaraan, (penggunaan mobil listrik) tidak cocok dengan sistem tersebut. Pasalnya, dana untuk membangun jalan berasal dari pajak bahan bakar. “Kami sedang mencari bentuk baru, difokuskan untuk memantau pengemudi,” kata Grant. Ia mengatakan di negara-negara Eropa, salah satunya Belanda telah menerapkan sistem biaya jalan tol berdasarkan jarak tempuh.

sumber: kompas.com

Denda Mahal Agar Pengemudi Jera


DEMI menciptakan efek jera, amat pantas pelanggar lalu lintas didenda besar. Denda Rp 750 ribu bagi orang yang menelepon saat menyetir sebenarnya juga sepadan dengan bahaya yang bisa ditimbulkan. Tapi polisi mesti pula membenahi diri agar keinginan untuk menegakkan aturan tak mengundang kecurigaan masyarakat.

 Ramai diributkan di situs jejaring sosial, langkah kepolisian itu seharusnya didukung. Menggunakan telepon seluler saat mengemudi bukanlah pelanggaran sepele. Ia tidak hanya membahayakan diri sendiri dan penumpang, tapi juga pengguna jalan yang lain. Orang boleh berdalih bahwa menggunakan ponsel merupakan hak pribadi. Namun ia lupa akan kewajiban menaati aturan lalu lintas agar tak membahayakan orang lain.

 Perilaku itu berisiko besar karena konsentrasi mereka tak lagi seratus persen terfokus ke jalan. Bahkan, di Amerika Serikat, pengemudi yang menelepon merupakan pencabut nyawa nomor satu di jalan raya. Menurut National Highway Transportation Safety Board, badan pemerintah Amerika yang bertanggung jawab atas keselamatan di jalan raya, angka kecelakaan akibat perilaku ini lebih tinggi dibandingkan dengan yang disebabkan oleh, misalnya, lelah dan mengantuk, mengebut, serta mabuk.

Di Indonesia memang belum ada data kecelakaan akibat pengemudi asyik menelepon. Tapi kita tak perlu menunggu jatuhnya banyak korban untuk menerapkan aturan. Apalagi angka korban kecelakaan lalu lintas di negeri ini sudah amat tinggi. Setiap tahun rata-rata 28 ribu nyawa melayang. Di Jakarta saja, setiap hari ada tiga orang meninggal. Kepolisian menyebut kecelakaan di jalan raya menjadi pembunuh nomor dua di negara kita setelah penyakit tuberkulosis.

 Hampir semua kecelakaan itu terjadi karena pengemudi melanggar aturan lalu lintas. Itu sebabnya, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberlakukan denda yang besar, terutama untuk kelalaian yang membahayakan orang lain. Denda karena menggunakan lampu menyilaukan, misalnya, mencapai Rp 500 ribu. Denda lantaran melakukan kegiatan lain–termasuk menelepon–saat mengemudi Rp 750 ribu. Adapun denda yang lebih rendah dikenakan untuk kelalaian yang hanya membahayakan diri sendiri, misalnya tak menggunakan sabuk keselamatan.

Aturan itu cukup adil. Tapi kepolisian akan kerepotan menegakkan aturan lalu lintas jika tidak diikuti oleh pelayanan yang lebih baik dalam urusan tilang dan pembayaran denda. Janganlah masyarakat yang ingin bersikap jujur, bersedia membayar denda lewat bank, justru dipersulit. Kepolisian juga harus berani menindak tegas anggotanya yang menerima suap, bahkan meminta suap, dan kemudian membebaskan para pelanggar lalu lintas.

Perbaikan perilaku polisi sungguh penting. Orang tak akan terlalu menggerutu didenda tinggi bila bisa dipastikan uang itu mengalir ke negara dan kepolisian mampu membeberkannya secara transparan ke publik. Kepolisian mesti bisa meyakinkan masyarakat bahwa penegakan aturan itu bukan untuk mengejar setoran, melainkan semata-mata demi menjaga keselamatan pengguna jalan raya.

sumber: tempointeraktif.com