Kopi Rasa Narkoba Dibandrol Rp 1 Juta


Jakarta – Para pengedar narkoba semakin inovatif dalam memasarkan barang dagangannya. Berbagai cara dilakukan utuk mengelabui petugas. Modus baru yang dikembangkan mereka ialah menjual narkoba dengan dicampur kopi instan. Namun cara ini juga dibongkar polisi. Selain kopi narkoba, polisi juga membongkar produsen narkoba jenis ekstasi.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Drs Yazid Fanani mendapat informasi beredarnya kopi bubuk yang telah dicampur narkoba di tempat hiburan. Berdasarkan informasi ini, pihak kepolisian melakukan pengintaian yang dipimpin Kasat Narkoba Kompol Yossi Runtukahu, SIK.
Setelah satu minggu diintai, ketiga karyawan yang baru satu bulan bekerja di tempat dugem itu pun dibekuk. Mereka mengedarkan kopi plus narkoba itu di ruangan karaoke yang dipenuhi pengunjung.
Menurut Kapolres, perang terhadap narkoba terus dilakukan. Terhitung 22 Oktober hingga 9 Desember, 128 kasus narkoba dengan 144 tersangka telah ditangani. Polisi juga menggerebek pabrik ekstasi di Jalan Mawar I Kembangan Utara. Tersangka MN, 24, ditangkap berikut alat pencetak yang bisa memproduksi 100 pil sehari dengan omset puluhan juta rupiah.
Selain barang bukti ribuan pil ekstasi, polisi juga turut menyita barang bukti narkoba dari tangan tersangka lainnya yakni sebanyak 16 kilogram daun ganja kering, 100 gram shabu, 8 gram heroin.
Sedangkan tiga pelaku kopi narkoba yang diamankan yakni SP (45), RB (24), dan BM (30). Mereka ditangkap petugas di Diskotik Rajamas di Hayam Wuruk, Jakarta Barat 28 November lalu. Setiap bungkus kopi dicampur keytamin dan happy five, satu bungkus dijual Rp 1 juta, ujar Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Yossy Runtukahu.
Dari tangan ketiga tersangka, polisi juga menyita 257 pil extacy seberat 77,67 gram, 20 butir happy five, 3,06 gram keytamin. Pengakuan ketiganya barang haram tersebut didapat dari seorang bandar yang saat ini masih buron. Tersangka mengaku narkoba itu milik AB. Mereka hanya disuruh menjual, ujar Yossy.
Pada 1 September 2010 lalu Satuan Narkoba Jakarta Barat juga berhasil mengungkap peredaran narkoba yang dicampur dengan white kopi. Satu bungkus kopi bisa diseduh jadi 8 cangkir. Satu sachet kopi dijual Rp 1 juta. Dalam satu bulan pelaku bisa memproduksi 4.500 sachet kopi dengan omset rata-rata Rp 4,5 miliar.
Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 60 ayat 1 Undang-undang RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dan pasal 197 UURI nomor 35 tahun 1997 tentang kesehatan. Tersangka terancam hukuman seumur hidup, katanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s