Negara Miskin Dapat Dana Lagi


Meski tersandung pandangan Bolivia, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Cancun sampai pada kata sepakat adalah pembentukan dana bantuan untuk negara miskin kembangkan teknologi karbon emisi rendah.

Negara-negara peserta menyepakati rancangan yang disusun oleh tuan rumah Meksiko itu pada KTT yang membahas perubahan iklim tersebut. Rancangan itu menyebutkan diperlukan pengurangan emisi karbon dalam jumlah besar, namun tidak menciptakan mekanisme untuk mengejar janji negara-negara yang terlibat.

Penentangan sejumlah negara terhadap Protokol Kyoto merupakan hambatan dalam perundingan di minggu terakhir. Namun, para diplomat pada akhirnya dapat mencapai kompromi.

Para delegasi menyambut setiap kali perwakilan negara menyatakan dukungan pada rancangan itu. Termasuk, negara yang paling sering menimbulkan ketegangan seperti Jepang, China dan bahkan Amerika Serikat.

Program untuk membantu pengurangan emisi ini antara lain telah dicapai dengan rencana bantuan Norwegia untuk Indonesia sebesar satu miliar dollar AS.

Penggundulan menyebabkan kerusakan 13 juta hektar hutan di dunia setiap tahun. Kerusakan hutan menyebabkan 20 persen emisi gas rumah kaca.

Indonesia, Brasil, dan Kongo, tempat hutan tropis terbesar dunia, akan mendapatkan bantuan untuk program PBB guna mengurangi emisi di negara berkembang, REDD, Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries (REDD).

Komprehensif

Kendati demikian, pertemuan itu tidak mencapai kesepakatan komprehensif dengan menampung apa yang diinginkan para pegiat dan negara-negara pada umumnya.

Presiden Meksiko, Felipe Calderon, mengatakan KTT itu memungkinkan para kepala negara “melihat suasana baru” untuk saling berbagi pengalaman guna menyelamatkan dunia dari ancaman kerusakan akibat ulah manusia.

Dana Lingkungan Hijau, Green Climate Fund, dimaksudkan untuk menggalang dan mendistribusikan 100 miliar dollar AS per tahun pada 2020 untuk melindungi negara miskin dari dampak perubahan iklim dan membantu pengembangan karbon emisi rendah.

Tetapi hasil KTT Cancun ini masih membuka pertanyaan apakah sejumlah langkah, termasuk pengurangan emisi, akan mengikat secara hukum atau tidak. “Apa yang dicapai adalah satu teks, tidak sempurna, namun merupakan landasan yang bagus untuk melangkah ke depan,” kata kepala juru runding Amerika, Todd Stern.

Sementara itu juru runding Cina, Xie Zhenhua, juga menyatakan hal senada dan menambahkan, “Perundingan di masa depan tetap akan sulit.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s