P. Love for Granmother


Guratan urat tersirat di tangannya.

Terlihat kerutan di pinggir keningnya.

Ratapan kosong itu terlihat jelas di raut wajahnya.

Kulihat kau sedang berjalan ditengah teriknya matahari sambil memikul segulung kayu kering.

Bisa terbayang panasnya kau rasakan tanah itu, karena kau tak memakai sedikitpun alas dikakimu.

Tak ada payung, hanya sehelai kain yang kau gulungkan di kepalamu.

“istirahatlah Nenek, biar saya yang gantikan membawa kayu itu” | “tidak usah, nenek masih kuat”

Air mataku menetes seketika, dimana separuh jiwa kau pertaruhkan untuk melewati hidup sehari.

Karena ku bisa membandingkan, “AKU dan DIRIMU”

Terlalu cepat kalau aku sudah merasa bangga dengan diriku saat ini.

Terima kasih , terima kasih untuk pelajaran yang terjadi sekali namun bisa kubawa sampai ku mati, nanti.

aku cinta nenekku.

Beii21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s